Selasa, 06 April 2010

Sedikit Cerita tentang Ujian Nasional

Saya mulai cerita saya tenatng UN (Ujian Nasional) :))


Hola! Salam sayang dari saya. Kali ini saya akan membahas mengenai UN (Ujian Nasional) yang pada setiap tahunnya dilaksanakan oleh para peserta didik kelas 6 (UASBN), 9 dan 12.

Ujian Nasional atau lebih sering disapa UN (Ujian Ngepek) *ditendang pembaca :P* oleh khalayak umum memang menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian besar siswa Indonesia (saya sebut sebagian karena ada beberapa yang menganggapnya biasa saja dan itu tidak termasuk saya) ToT. Hal ini disebabkan bukan hanya karena syarat kelulusan yang terus meningkat setiap tahunnya, tetapi juga beban mental yang ditanggung para peserta ujian itu sendiri.

Ok di sini saya tidak akan membahas mengenai kebijakan pemerintah yang saya pikir sangat corettidakcoret bijaksana mengenai UN (Ujian Nyontek XP) *digampar*, tetapi saya akan membagi pengalaman saya tentang UN (Ujian Nyolong) *sekarang dicekik*. Saya akan menceritakan betapa susahnya saya melewati berbagai rintangan dan batu terjal *lebay kumat* dalam mengahadapi Ujian Nasional ini.

Pada awalnya saya tak ambil pusing tentang Ujian Nasional. Dalam hati saya berfikir, “ah gampang, pasti lulus, dulu waktu jaman SMP juga gampang kok.” Tapi ternyata saya SALAH BESAR!! Saya terlena dengan semua keadaan yang saya pikir ‘gampang’ ini *halah*. Ujian Nasional benar-benar membuat saya tertekan. Dan hal itu baru saya sadari ketika saya dinyatakan ‘belum lulus’ dalam 3 kali Try Out yang dilaksanakan beberapa minggu sebelum UN berlangsung *ya iyalah masa sesudah UN berlangsung!?* Dan yang paling membuat saya naik darah adalah saya gagal di mapel yang sama yang-sangat-saya-sukai-kagumi-dan-banggakan-juga-saya-junjung-tinggi-beneran-deh-gak-boong (ketauan bohongnya), yaitu MATEMATIKA^^, dasar $%&#@! *sensored*. Huhu..

Dan setelah saya sadar betapa beratnya UN (Ujian Nglingkar) *nyolong istilah dari kohai :P* saya mulai mempersiapkan diri dengan waktu yang sangat minim (dan saya menyesali hal itu). Saya mulai mencari-cari buku pelajaran kelas X dan XI yang masih tersisa, mulai jadi anak rajin dengan mendengarkan penjelasan guru *meski tetep gak ngerti juga*, mulai semangat berangkat les, fotocopy soal-soal yang sesuai SKL, berdoa tiap hari, sholat dhuha, tahajud, puasa senin-kamis *kadang* dan pindah duduk di depan guru! *yang ini sebenarnya karena mata saya mulai minus, hehe*

Tapi.. ternyata sesuatu yang kurang persiapan itu memang kurang memusakan ya. Buktinya waktu UN (Ujian Ngembat ^^V) *dilempar sampah* berlangsung saya gak bisa dengan lancar-mudah-seneng-bahagia menyelesaikan semua soal-soal nista itu! Yang ada saya malah deg-deg-an, garuk-garuk kepala, tengak-tengok gaje, makan permen, berdoa supaya diberi kemudahan, ngelus-ngelus kaki sendiri(??) dan balik ngawasin pengawas yang ngawasin saya *kata-kata mulai kacau* =,=”

Ugh, pokoknya ribet dah! Sudah begitu beberapa hari sebelum UN belangsung saya berubah jadi melankolis(??), nangis-nangis gaje, minta maaf ke orang banyak, ngemis doa, hobi meluk orang(??) dan mendadak jadi sedikit agak waras.

Bagi saya, UN (Ujian Ngemis) *ditimpuk* memang merupakan sesuatu yang merepotkan, menakutkan, melelahkan, menegangkan dan menggemaskan(?), tetapi semua itu ternyata memiliki kesan dan arti tersendiri bagi saya. Saya sadar bahwa belajar itu adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh seorang siswa *jangan seperti saya*. Saya juga sadar betapa besar harapan dan rasa sayang orang tua kepada anaknya. Saya juga menjadi sadar bahwa guru merupakan seseorang yang wajib kita hormati walaupun kadang ngeselin juga *mulai mulai*, saya sadar saya ini bukanlah apa-apa tanpa teman-teman saya, saya sadar bahwa semua yang saya lakukan tidaklah berarti apa-apa tanpa do`a dan restu orang tua, saya sadar saya ini belumlah menjadi orang yang dewasa dan berguna. Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari Ujian Nasional :)) Bahkan kalau disuruh Ujian Nasional lagi pun saya tetep gak mau dan gak rela. *lho?*

Dan ini adalah waktu bagi saya untuk ‘menunggu’ semua hasil kerja keras saya selama 3 tahun. Saya berharap akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Oh, saya tak mengharapkan sesuatu yang muluk-muluk, saya tak peduli betapa besar atau kecilkah nilai ujian saya nantinya, saya hanya berharap tulisan ‘LULUS’ bisa saya bawa pulang dan saya pamerkan dengan bangga kepada orang tua saya. Saya hanya ingin tertawa dan berteriak ‘LULUS…!!!’ bersama dengan teman-teman saya, sahabat-sahabat saya dan semua orang yang saya anggap berharga. :D

Yah saya tahu saya memang norak, saya tahu saya terlalu berlebihan, saya tahu saya lebay, saya tahu saya terlalu banyak mengeluh dan saya yang terpenting saya sadar bahwa saya memang tak tampan(?) *lhooooo??*. Yah memang seperti itulah saya. Maaf sudah membuat anda sekalian mambaca tulisan tak berguna saya *emang ada yang baca!?* lebih baik segera saya akhiri saja semuanya daripada semakin tambah melenceng dari tujuan semula(?).

Terima kasih bagi semua yang sudah rela membaca keluhan-keluhan dan cerita gaje saya. Terima kasih juga sudah menyempatkan diri untuk ‘singgah’ di ‘tempat’ saya, Terima kasih untuk Ibu dan Bapak saya. Terima kasih untuk guru-guru yang telah mengajar dan mendidik saya. Tak lupa terima kasih juga untuk semua teman-teman saya se-Indonesia yang telah mendukung dan mendoakan saya. Dan terakhir, doakan juga supaya hanya ada kata ‘LULUS’ yang nantinya saya dengar pada pengumuman kelulusan tanggal… ngg… be-berapa ya? Kok saya jadi lupa~ *gubrak!* yah.. pokoknya doakan saya ‘LULUS’ Ujian Nasional dalam satu putaran, maka saya pun akan mendoakan anda, amien.. :DD

Salam sayang dari saya.. ^^


Nichan Shimizu a.k.a Sorayuki Nichan a.k.a Nichan twister a.k.a Nichan PASTI LULUS!! XDD

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

suka